PERSIAPAN AREAL
Teras Individu (Tapak Kuda)
Fungsi Teras Kontur (Teras Sambung)
PARIT PADA LAHAN GAMBUT
- Dibuat pada areal berombak dengan kemiringan lereng 8-15%.
- Diameter tapak kuda 4,8 m.
- Bentuk tapak kuda arah kedinding bukit dengan kemiringan 10 derajat.
- Pada pinggir tapak kuda disebelah bukit dibuat parit melingkar untuk menampung air yang mengalir dari atas bukit saat musim hujan sehingga permukaan tapak kuda terlindungi dari aliran air yang deras.
- Pada bagian bibir teras dipadatkan (memukul dengan balok) agar tidak mudah longsor.
- Biasanya dibuat secara manual dan pemancangan letak teras dilakukan sebelum pembuatannya.
- Meratakan aliran permukaan dan meningkatkan perembesan air kelapisan bawah tanah.
- Pada tahap awal berguna untuk memudahkan perawatan tanaman termasuk pemupukan sedangkan tahap selanjutnya merupakan sarana kemudahan panen.
- Tempat jatuhnya tandan yang dipanen dan brondolan.
- Tempat titik tanam yang letaknya ditengah tapak kuda.
- Dibangun pada areal bertopografi bergelombang berbukit dengan kemiringan lereng lebih besar 15%.
- Lebar teras adalh 4 m.
- Jarak teras disesuaikan dengan jarak tanam dan diukur sama dengan proyeksi bukan menurut panjang lereng.
- Arah teras menuju jalan sehingga mudah dilalui pekerja.
- Kemiringan teras kontur adalah 10 derajat arah kebukit.
- Pembuatan teras kontur dilakukan secara mekanis menggunakan buldozer.
- Pemancangan arah teras dilakukan sebelum pembuatannya.
Fungsi Teras Kontur (Teras Sambung)
- Mematahkan aliran permukaan untuk mengurangi proses erosi.
- Sebagai tempat titik tanam.
- Pada tahap awal digunakan sebagai jalan untuk melakukan perawatan tanaman dan selanjutnya sebagai tempat kegiatan dan jalan panen.
- Dibuat pada areal rendahan yang agak sempit diantara dataran punggung bukit atau hamparan areal datar yang draenasenya jelek.
- Pada areal rendahan yang sempit parit draenase terdiri dari parit utama dan parit sekunder yang tersusun berupa sirip ikan.
- Pada areal datar parit draenase terdiri dari parit utama, sekunder dan tersier.
- Ukuran parit draenase tergantung pada kebutuhan, namun ukuran rata-rata sbb:
JENIS PARIT | UKURAN ATAS (M) | UKURAN BAWAH (M) | DALAM (M) | |
Utama | 1 | 0,5 | 1,0 | |
Sekunder | 0,6 | 0,3 | 0,6 | |
Tertier | 0,4 | 0,2 | 0,4 |
PARIT PADA LAHAN GAMBUT
- Merupakan saluran batas disekeliling areal yang akan direklamasi.
- Saluran batas mengatur permukaan air dan sebagi saluran utama pengeluaran air keluar areal.
- Ukuran parit lebar atas 5 m, lebar bawah 2 m dan dalam 3 m.
- Draenase batas areal dibangun 1 tahun sebelum pembukaan lahan.
- Parit terdiri dari saluran primer, sekunder dan tertier.
- Saluran primer berfungsi mengalirkan air ke daerah pembuangan akhir seperti sungai atau kanal melalui saluran batas.
- Saluran primer dan sekunder berfungsi sebagai batas blok.
- Saluran tersier berfungsi menampung air dari areal tanaman dan mengalirkannya kesaluran sekunder.
- Jarak antara parit utama umumnya adalahg 1000 m parit sekunder 300 m dan interval saluran tersier tergantung kondisi lapangan maksimum satu saluran perdua baris tanaman.
Ukuran Saluran Draenase Pada Areal Gambut:
Jenis Saluran | Lebar atas (m) | Lebar bawah (m) | Dalam (m) |
Primer | 4,0 | 1,5 | 2,0 |
Sekunder | 2,0 | 0,6 | 1,5 |
Tersier | 1,0 | 0,5 | 1,0 |
- Tinggi muka air tanah perlu dijaga minimal 30-40 cm dari pembukaan tanah
- Membangun DAM pada tempat tertentu agar aliran air tidak terlalu deras dan tinggi muka air dapat di kontrol.




Komentar
Posting Komentar